Jumat, 28 Juni 2013

Inilah Estetika Visual dari Kumpulan Bambu...


KONTUM, KOMPAS.com -
Kafe dan restoran yang terintegrasi dan menjadi bagian hotel tidak selalu harus "manut" pada arsitektur hotel. Ia bisa mencuri perhatian dengan menampilkan fasad dan interior yang unik dan segar dan memanfaatkan kandungan lokal berupa bambu. Vo Trong Nghia, sebuah perusahaan arsitektur, berhasil merancang "imajinasi" itu ke dalam Kontum Indochine Café di Kontum, Vietnam Tengah.

Kafe seluas 551 meter persegi tersebut didesain sebagai bagian dari kompleks hotel di sepanjang Sungai Dakbla. Letaknya bersebelahan dengan Jembatan Dakbla, gerbang menuju Kota Kontum. Di tempat ini, para tamu hotel dapat menikmati sarapan, makan malam, dan cemilan. Selain itu, kafe juga bisa digunakan sebagai ruang semi terbuka untuk upacara pernikahan.

Kafe ini memiliki dua elemen besar, yaitu bangunan utama dengan atap bambu serta bangunan dapur yang terbuat dari rangka beton dan batu.

Bangunan utama berbentuk persegi panjang dan dikelilingi "danau" buatan. Para tamu restoran atau tamu hotel yang tengah menyantap makanannya akan dimanjakan dengan udara terbuka. Fasad bagian selatan menghadap ke jalan utama di sepanjang Sungai Dakbla, fasad bagian timur juga menghadap jalan, bagian barat menghadap ke bangunan hotel, serta bagian utara menghadap dapur kafe.

Vietnam memiliki iklim tropis yang tidak jauh berbeda dengan Indonesia. Udara yang hangat, seringkali terasa sangat panas. Dengan konsep terbuka dengan naungan bambu, tidak ada pendingin udara yang diperlukan. Para desainer yang merancang bangunan ini hanya perlu memperkuat atap bambu dengan menggunakan plastik. Plastik tersebut diperkuat dengan serat dan jerami.

Limabelas pilar bambu berbentuk kerucut terbalik terinspirasi keranjang tradisional Vietnam. Struktur terbuka ini memaksimalkan pergerakan angin ke dalam bangunan selama musim panas. Selain itu, konstruksi ini juga mampu "menyaring" angin kencang pada musim-musim penghujan.

Salah satu kelebihan kafe ini ada pada proses pembuatannya. Para desainer yakin, bahwa metode umum dengan penggunaan sendi-sendi dari besi akan menjadi pemborosan dan memberatkan bambu. Maka itu, para desainer menggunakan metode tradisional. Bambu dibentuk dengan cara merendamnya ke dalam lumpur dan pengasapan. Sambungan bambu dibuat dengan menggunakan rotan dan "paku bambu".


http://properti.kompas.com/read/xml/2013/06/28/1936545/Inilah.Estetika.Visual.dari.Kumpulan.Bambu.

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Newer Post Older Post ►
 

© Forum Indah Web Id Powered by Blogger