Kamis, 06 Juni 2013

Menakar Medan Saat Kuala Namu Dibuka

MEDAN, KOMPAS.com - Faktor lokasi, masih jadi pertimbangan penting buat pengembang saat melakukan ekspansi. Namun, itu saja belum cukup. Ada beberapa faktor lainnya yang turut memengaruhi. Antara lain aksesibilitas, kondisi infrastruktur dan juga pasar.

Proyek kami di Medan mendapat sambutan positif. Selain perumahan, ruang komersial ruko juga terserap dengan baik. Padahal harganya sekitar Rp 1,2 miliar-Rp 1,5 miliar. Kami mencatat penjualan lebih dari Rp 1 triliun.

-- Tulus Santoso

Terkait ekspansi ke luar Pulau Jawa, beberapa pengembang bahkan menyebut keberadaan Bandar Udara (bandara) sebagai faktor tambahan utama. Karena, alasannya, bandara merupakan sarana yang dapat menstimulasi aktifitas pergerakan calon konsumen antarkota atau antarpulau.

Salah satu yang paling menarik adalah potensi Medan ke depan. Kota ini tengah mengembangkan Bandara Internasional Kuala Namu. Saat fasilitas terbesar kedua di Indonesia setelah Cengkareng ini beroperasi, betapa peluang yang terbentang, sangat menjanjikan. Saat ini saja, permintaan properti terus menguat dengan harga terus mengalami pertumbuhan.

Untuk harga lahan di dalam kawasan pengembangan real estat sudah mencapai Rp 4 juta-Rp 6 juta per meter persegi. Sementara di kawasan pusat bisnis berada pada kisaran Rp 9 juta-Rp 15 juta per meter persegi.

Tercatat beberapa pengembang Nasional yang tertarik menggarap wilayah Medan. Sebut saja Agung Podomoro Land dengan konsep pengembangan superblok. Demikian halnya Lippo Group. Sementara Ciputra Group membangun properti skala kota yang mengintegrasikan hunian, komersial, fasilitas hiburan, gaya hidup dan rekreasi.

Menurut Direktur Ciputra Development Tulus Santoso, ceruk pasar Medan sangat luas. Permintaan properti terus menguat dalam dua tahun terakhir. Permintaan tersebut berasal dari pasar lokal dan luar kota.

"Proyek kami di Medan mendapat sambutan positif. Selain perumahan, ruang komersial ruko juga terserap dengan baik. Padahal harganya sekitar Rp 1,2 miliar-Rp 1,5 miliar. Kami mencatat penjualan lebih dari Rp 1 triliun," ungkap Tulus kepada Kompas.com, akhir pekan lalu.

Sementara Agung Podomoro Land akan segera merealisasikan pengembangan superbloknya paling lambat 2014. Di sini, mereka bakal membangun superblok yang terdiri atas apartemen, pusat belanja dan hotel.

"Medan memiliki potensi yang tak kalah dengan Jakarta. Bahkan lokasinya dekat dengan Singapura dan Malaysia. Jadi, ini merupakan kombinasi yang menarik. Kuat dari pasar lokal, juga potensial meraup pasar internasional," ujar Wakil Direktur Utama APLN Indra Wijaya.


http://properti.kompas.com/read/xml/2013/06/06/17542847/Menakar.Medan.Saat.Kuala.Namu.Dibuka

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Newer Post Older Post ►
 

© Forum Indah Web Id Powered by Blogger