Senin, 15 Juli 2013

Arsitek Indonesia "Berbicara" di Mancanegara


JAKARTA, KOMPAS.com- Kiprah dan peran arsitek Indonesia di mancanegara memang belum segemerlap para koleganya yang kerap menghiasi media arus utama. Katakanlah seperti Bjarke Ingels atau pun Zaha Hadid.

Kendati demikian, rintisan ke arah itu sudah mereka jejaki. Setidaknya banyak arsitek Indonesia yang dipercaya biro-biro arsitek Eropa menduduki jabatan strategis dan menangani proyek-proyek penting.

Hingga saat ini, terdaftar 50 arsitek Indonesia yang tergabung dalam Ikatan Arsitek Indonesia Cabang Uni Eropa (IAI EU). Jumlah yang terbilang cukup banyak karena asosiasi profesi ini baru dibentuk di bumi Eropa pada 2011 lalu.

Officer Member IAI EU, Gemawang Swaribathoro, mengisahkan, para arsitek ini tak sekadar tinggal di sana, melainkan juga menjalani profesinya di firma-firma arsitek terkemuka dan juga perusahaan-perusahaan Eropa. Bahkan ada beberapa yang sukses membuka biro arsitek sendiri seperti Ketua IAI EU, Daliana Suryawinata.

Daliana, lanjut Gemawang, membuka praktik di Rotterdam, Belanda. Dan kini, ia sudah memiliki kantor cabang di Munich, Jerman dan Jakarta, Indonesia.

"Selain Daliana, banyak rekan arsitek lain yang berhasil menduduki posisi cukup penting dan strategis serta memegang proyek sendiri atas kepercayaan kantor masing-masing," ujar Gemawang kepada Kompas.com, Senin (15/7/2013).

Dipercayanya para arsitek Indonesia oleh firma Eropa sekaligus menunjukkan bahwa arsitek Indonesia memiliki daya saing cukup tinggi. Terbukti, ada beberapa di antara arsitek yang "bermigrasi" ke Eropa ini yang sudah memiliki lisensi (ijin praktik) di Inggris dan Belanda.
 
Peran dan kiprah mereka ini, sedikit banyak membantu mengubah "wajah" Indonesia di mata masyarakat internasional, ke arah lebih baik dan positif. Selain itu, mereka juga giat menggelar hajatan berupa workshop, seminar dan pameran karya arsitektur Indonesia.

Salah satu pembicara workshop masterclass yang digelar IAI EU tentang Jakarta Vertical Kampung beberapa waktu lalu, adalah Stefan de Koning. Ia merupakan arsitek asal MVRDV, yang juga menjadi Project Leader untuk Peruri 88 Tower di Jakarta. 

Stefan sangat tertarik dengan keberagaman urban fabric di Ibu Kota dengan identitas kampungnya yang kuat. Bahkan, MVRDV dengan TU Delft telah mempublikasikan riset mereka dalam sebuah buku mengenai Kampung Jakarta yang dapat diakses di www.thewhyfactory.com.


http://properti.kompas.com/read/xml/2013/07/15/1928248/Arsitek.Indonesia.Berbicara.di.Mancanegara

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Newer Post Older Post ►
 

© Forum Indah Web Id Powered by Blogger