Kamis, 25 Juli 2013

"Build To Suit" Ideal Ciptakan Pasar Baru


JAKARTA, KOMPAS.com -
Konsep pengembangan build to suit, yang diadopsi Sinarmas Land atas lahan dengan peruntukan komersial megastore BIG BOX di Harapan Indah Bekasi dan BSD City, sejatinya sudah diterapkan di Indonesia sejak lama.

Grahabuana Cikarang telah memulainya dalam skala lebih luas untuk lahan industri di Jababeka. Mereka menginventarisasi daftar kebutuhan yang diminta (requirement list) calon penyewa. Daftar kebutuhan tersebut terutama terkait dengan aktifitas industri seperti fasilitas pengolahan air limbah, listrik, air bersih, dan bahkan jaringan internet nirkabel (wi fi).

Presiden Komisaris Grahabuana Cikarang, Tanto Kurniawan, mengatakan, sebelum menawarkan konsep build to suit, pihaknya melakukan studi kelayakan secara komprehensif guna diambil satu formula terbaik dari mayoritas kebutuhan para calon penyewa (demand).

"Kebutuhan yang paling banyak diminta itulah yang kemudian kami kembangkan menjadi produk properti berkonsep build to suit. Selain untuk lahan industri, kami tahun ini juga mengadopsi konsep ini untuk properti komersial ritel dan residensial," papar Tanto kepada Kompas.com, di Jakarta, Jumat (26/7/2013).

Terdapat dua pendekatan konsep build to suit yang lazim diterapkan. Pertama, supply creates demand, dalam arti pengembang menciptakan pasar melalui produk properti yang mereka bangun. Dari aktifitas (baik investasi maupun transaksi jual beli) yang terbentuk akibat kehadiran produk tersebut, tercipta pasar baru.

Pendekatan kedua berupa supply created by demand. Dalam pendekatan ini, pengembang membangun properti sesuai dengan permintaan (kebutuhan) pasar. Di sini, biasanya pengembang menghubungi calon-calon penyewa dan menanyakan kebutuhan mereka. Pengembang membangun sesuai dengan list requirement mayoritas dari calon penyewa tersebut.

CEO Leads Property Indonesia, Hendra Hartono, menambahkan secara umum properti berkonsep build to suit adalah properti yang dikembangkan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan calon pembeli atau penyewa. Kendati kendali ada pada penyewa, namun mereka harus memiliki komitmen dalam minimum masa sewa. Masa sewa biasanya 10 hingga 20 tahun.

"Bagi pengembang, membangun properti dengan konsep seperti ini sangat menguntungkan. Apalagi untuk saat ini, di tengah lonjakan harga tanah yang tak terkendali. Pengembang tidak perlu memikirkan ongkos pemasaran dan risiko tidak laku akibat fluktuasi pasar properti, karena properti mereka sudah tersewa dalam jangka panjang," jelas Hendra.

Di Jababeka sendiri kini terdapat 1.570 pabrik yang berasal dari 30 negara. Tujuh negara di antaranya mengoperasikan pabrik paling banyak yakni Jepang, Taiwan, Korea Selatan, China, Amerika Serikat, Thailand dan Inggris.


http://properti.kompas.com/read/xml/2013/07/26/1104158/.Build.To.Suit.Ideal.Ciptakan.Pasar.Baru

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Newer Post Older Post ►
 

© Forum Indah Web Id Powered by Blogger