Senin, 26 Agustus 2013

Furnitur Jepang, Menunjang Produktivitas Kerja

JAKARTA, KOMPAS.com - Tingginya harga sewa ruang perkantoran di Jakarta yang sudah mencapai level 45 dollar (Rp 485.960) hingga 50 dollar AS (Rp 539.955) per meter persegi, mendorong perusahaan-perusahaan penyewa melakukan aksi efisiensi.

Kesangkilan dilakukan tak sebatas pengurangan biaya pengeluaran seperti relokasi ke ruang perkantoran dengan harga sewa lebih rendag. Melainkan juga kesangkilan dalam pemilihan furnitur (office furniture).

Apalagi saat kurs mata uang dollar AS tengah menguat saat ini, menekan biaya pengeluaran semaksimal mungkin, sangat disarankan. Nah, funitur dengan bentuk sederhana namun ergonomis serta tidak membutuhkan ruang luas, tepat untuk mengisi ruang-ruang perkantoran di perusahaan yang sedang melakukan efisiensi.

Menurut President & CEO Kokuyo Co. Ltd., perusahaan produsen furnitur khusus perkantoran, komersial dan ruang publik, Hidekuni Kuroda, bentuk dan desain furnitur yang simpel banyak dicari oleh perusahaan-perusahaan multinasional, terutama asal Jepang.

"Tren kebutuhan furnitur dengan rancangan sederhana namun dapat memacu produktifitas kerja, semakin menguat dalam lima tahun terakhir. Pasca krisis finansial dunia 2008, semua perusahaan melakukan gerakan efisiensi. Ini merupakan kesempatan yang bagus bagi para pebisnis perabot perkantoran, bahwa tren telah berubah, tak lagi sesuatu yang berat dan mahal namun akhirnya boros," urai Kuroda kepada Kompas.com, Jumat (23/8/2013).

Dan peluang besar tersebut, lanjut Kuroda, terjadi juga di Indonesia. Negara ini merupakan salah satu yang menunjukkan pertumbuhan sektor perkantoran paling bagus di Asia Pasifik. Berdasarkan riset Coldwell Banker Commercial, permintaan ruang sewa kantor di Jakarta setiap tahun meningkat sebesar 10 persen sampai 14 persen. Sepanjang 2013 ini, kebutuhan ruang perkantoran diperkirakan mencapai 6.928.500 per meter persegi.

"Itu artinya, betapa besar kebutuhan akan furnitur perkantoran. Namun tentu saja, bukan sembarang furnitur yang harus disuguhkan kepada pasar. Melainkan yang menunjang produktivitas," tandasnya.

Untuk itulah, pihaknya hadir di Indonesia melalui PT Krisson Indonesia. Produk Kokuyo dapat disesuaikan dengan kebutuhan konsumen (customized). Selain itu, mereka juga menawarkan jasa desain agar program kesangkilan di perusahaan dapat berjalan optimal. Apalagi untuk start up company.

Ada pun produk Kokuyo yang masuk pasar Indonesia, terdiri atas kursi dan meja kerja, kabinet, rak, furnitur untuk rumah sakit, sekolah, komersial dan ruang publik. Harga jual yang dipatok, mulai dari 200 dollar AS (Rp 2,1 juta) per item.

"Kami masih melihat selama tiga tahun ke depan. Jika hasilnya sesuai target, maka tidak tertutup kemungkinan akan membuka dan mengoperasikan pabrik di Indonesia. Karena pasar Indonesia saat ini jauh lebih besar dibanding negara lainnya di kawasan Asia Pasifik," imbuh Kuroda.

Sayangnya, produk furnitur yang didatangkan ke Indonesia masih diproduksi di China, Malaysia, dan Singapura.


http://properti.kompas.com/read/xml/2013/08/26/1908162/Furnitur.Jepang.Menunjang.Produktivitas.Kerja

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Newer Post Older Post ►
 

© Forum Indah Web Id Powered by Blogger