Senin, 12 Agustus 2013

Indonesia Sukses "Memantra-mantrai" Australia Berinvestasi di Sektor Perhotelan

ton Group, InterContinental Group dan nama-nama beken lainnya, teranyar adalah Mantra Group.

Operator hotel yang berbasis di Australia dan dikendalikan oleh CVC Asia Pacific Ltd, tersebut berencana membuka 20 properti baru dalam tiga tahun ke depan di kota-kota potensial di seluruh Indonesia.

Menurut CEO Mantra Group, Bob East, dalam waktu dekat pihaknya juga akan membuka properti di Jakarta. Saat ini, prosesnya masih dalam pembicaraan tahap awal dengan pemilik lahan (land lord). Tersedia opsi kerjasama operasional (manajemen) dan penyertaan saham minoritas.

Untuk merealisasikan rencananya, Mantra mengalokasikan dana sebesar 20 juta dollar Australia atau ekuivalen dengan Rp 188,7 miliar. Dana sebesar itu akan digunakan untuk membeli saham (ekuitas) di Bali dan Jakarta. Perusahaan mengharapkan memperluas jangkauannya ke kota-kota besar lainnya di Indonesia setelah membangun hotel pertama mereka di Bali dan Jakarta.

"Indonesia memiliki sekitar 15 kali lebih banyak hotel yang sedang dalam tahap konstruksi ketimbang Australia. Pasarnya pun mengalami pertumbuhan yang sangat pesat, hal ini memberikan kami ruang yang cukup luas untuk ikut bertumbuh," ujar Bob.


Bukan tanpa alasan jika Bob dan kelompok usahanya kepincut menggarap Indonesia. Siapa yang tidak tertarik dengan "mantra-mantra" pendukung pertumbuhan yang disodorkan Badan Pusat Statistik (BPS). Data tersebut memperlihatkan jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia yang melonjak 14 persen dari bulan Juni 2012 menjadi 789.594 pada bulan Juni tahun ini.

Selain itu, menurut Boston Consulting Group Inc., secara makro, perekonomian Indonesia juga berkembang positif. Produk Domestik Bruto meningkat 5,81 persen per 30 Juni 2013, jumlah kelas menengah yang diharapkan tumbuh dua kali pada 2020 nanti.


Nah, setelah pembukaan resor Mantra di Nusa Dua Bali, pada Maret lalu, perusahaan berencana untuk memperkenalkan lebih banyak lagi properti di bawah merek yang sama. Mantra sendiri merupakan merek hotel berklasifikasi bintang 4. Selain Mantra, Mantra Group, menaungi merek Peppers yang merupakan hotel kelas bintang lima berlian alias mewah serta BreakFree yang merupakan hotel bintang 3. "Untuk Bali, kami akan menambah 6 properti baru dengan berbagai merek. Kami merespon permintaan pasar, khususnya turis asal Australia," imbuh Bob.Pasca peristiwa bom Bali pada 2002 silam, industri pariwisata Bali tumbuh mengesankan. Data terbaru Kementerian Pariwisata dan Perekonomian Kreatif, menunjukkan jumlah warga Australia yang mengunjungi Pulau Dewata melonjak tiga kali lipat menjadi 933.376 orang di tahun 2011 dari sebelumnya 287.103 orang pada tahun 2007. Jumlah mereka terbesar ketiga setelah Singapura dan Malaysia.Namun, bagi Mantra, segmentasi pasar yang mereka bidik tidak sebatas turis Australia. Mereka juga membuka kesempatan terhadap turis-turis asing lainnya. Sebab, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara secara keseluruhan ke Bali yang mengalami kenaikan 7,8 persen pada kuartal I 2013, terlalu besar untuk dilewatkan begitu saja.

Jelas saja, Mantra tidak ingin mengabaikan kesempatan ini. Karena menurut STR Global yang diperkuat riset Jones Lang LaSalle (JLL), kompetisi bisnis perhotelan di Bali  sangat menggairahkan dengan penawaran hotel tumbuh sangat signifikan dalam lima tahun ke depan.

"Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi yang luar biasa selama empat sampai lima tahun terakhir, dan industri perhotelannya didominasi oleh pasar lokal, kecuali untuk Bali. Di sini, permintaan domestik dan internasional tumbuh sama kuatnya, dan terjadi perkembangan yang signifikan di sektor hotel bintang 3 hingga 5," kata CEO Asia Hotel and Hospitality Group JLL, Scott Hetherington.


http://properti.kompas.com/read/xml/2013/08/12/1456128/Indonesia.Sukses.Memantra.mantrai.Australia.Berinvestasi.di.Sektor.Perhotelan

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Newer Post Older Post ►
 

© Forum Indah Web Id Powered by Blogger