Kamis, 29 Agustus 2013

PU Siapkan Peta Konflik Pembangunan Infrastruktur

Bukan perkara gampang menyelaraskan output dan outcome infrastruktur. Kementerian masih terkendala beberapa hambatan. Misalnya infrastruktur pemukiman, output-nya harus segera dibangun, tapi terlambat karena adanya konflik sosial pengadaan lahan. Kemudian, kalau sudah dibangun rusun, misalnya, malah tidak ada yang menempati.

"Rusun itu kumuh, dan terjadi karena tidak dihuni secara optimal. Selain itu, kapasitas sumber daya manusia pengelolanya juga belum ideal. Ternyata, kalau mengelola rusun harus sama dengan mengelola apartemen. Pengelola harus diajarkan manajemen yang baik. Termasuk penghuninya. Penghuni yang biasa tinggal di rumah tapak harus disiapkan," ujar Lolly.

Sementara infrastruktur air dalam usaha normalisasi sungai terhambat lantaran di atas bantaran sungai banyak hunian. Kemudian, isu-isu sosial pengadaan tanah, dan lain sebagainya.

Masalah-masalah seperti ini, lanjut Lolly, merupakan contoh sederhana peran Puslitbang Sosekling. Instansi ini dibentuk untuk melakukan riset seputar sosial, ekonomi, dan lingkungan yang akan menjadi lokasi pembangunan infrastruktur oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Dengan adanya data identifikasi latar belakang sosial, ekonomi, dan lingkungan lokasi setempat, pembangunan infrastruktur dapat jauh lebih mangkus dan sangkil.
http://properti.kompas.com/read/xml/2013/08/29/1809061/PU.Siapkan.Peta.Konflik.Pembangunan.Infrastruktur

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Newer Post Older Post ►
 

© Forum Indah Web Id Powered by Blogger