Sabtu, 24 Agustus 2013

Sektor Perhotelan Jakarta Tergelincir!

KOMPAS.com - Sektor perhotelan di Indonesia, khususnya Jakarta, mulai menunjukkan tren menurun. Menurut laporan STR Global, kinerja tingkat hunian selama Januari-Juli 2013, merosot 11,5 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu, menjadi 65,2 persen. Ini merupakan kemerosotan terbesar yang terjadi di kawasan Asia Tenggara.

Menyusul Jakarta, adalah Kuala Lumpur. Tingkat hunian perhotelan di Ibu kota negara Malaysia ini tergelincir 11,2 persen menjadi 70,4 persen.

Pencapaian negatif kedua kota utama di Asia Tenggara ini membuat kinerja perhotelan di seluruh kawasan Asia Pasifik menjadi beragam. Secara keseluruhan, Asia Pasifik mengalami pertumbuhan tingkat hunian dengan angka moderat sebesar 0,3 persen menjadi 69,9 persen.

Meski secara umum tumbuh, namun tarif harian rerata (average daily rate/ADR) anjlok 5,2 persen menjadi 116,36 dollar AS (Rp 1,25 juta) dan pendapatan per kamar yang tersedia (revenue per available room/RevPAR) jatuh 5,0 persen menjadi Rp 872.740.

Ho Chi Minh City (Vietnam) justru mencatat pertumbuhan tingkat hunian 14,6 persen menjadi 64,0 persen.

Sedangkan Osaka (Jepang), Taipei (Taiwan) dan Sydney (Australia) membukukan kenaikan ADR lebih dari 10 persen. Masing-masing 11,6 persen menjadi 11,74 yen (Rp 1,2 juta) untuk Osaka, 10,4 persen menjadi 5,605 (Rp 2,06 juta) untuk Taipei dan Sydney mencapai 10,2 persen menjadi Rp 1,8 juta.


http://properti.kompas.com/read/xml/2013/08/24/1420116/Sektor.Perhotelan.Jakarta.Tergelincir.

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Newer Post Older Post ►
 

© Forum Indah Web Id Powered by Blogger