Selasa, 27 Agustus 2013

Turun, Pembelian Properti Melalui KPR Selama Kuartal II

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski tetap menjadi pilihan utama, pemanfaatan KPR pada triwulan II 2013 justru menurun dibanding kuartal sebelumnya yakni sebesar 76,46 persen. Hasil survei Bank Indonesia memperlihatkan sebagian besar konsumen (75,45 persen) memanfaatkan fasilitas KPR dan atau KPA untuk membeli rumah.

Hal ini terkait dengan tingkat suku  bunga KPR yang diberikan oleh perbankan khususnya kelompok bank persero antara 9 persen hingga 12 persen. Sementara masyarakat yang membeli properti secara tunai bertahap sebanyak 14,23 persen, dan tunai keras 10,32 persen.

Meski secara umum terjadi penurunan, namun Direktur Keuangan Wika Realty, Imam Sudiyono, tak khawatir. Sebab, sebagian besar konsumen yang membeli properti dari Wika, terutama hunian komersial (apartemen) justru menggunakan fasilitas KPA dengan suku bunga khusus, fixed satu tahun hingga dua tahun pertama.

"Proyek terbaru kami The Hive mengalami lonjakan penjualan cukup signifikan. Padahal harganya sudah mencapai di atas Rp 20 juta per meter persegi. The Hive merupakan salah satu kontributor terbesar dari toral 60 persen pencapaian terhadap total target penjualan senilai Rp 1 triliun," ungkap Imam kepada Kompas.com, Selasa (27/8/2013).

Hal senada diungkapkan CEO Gemilang Property, Elang Gumilang. Menurutnya, sebesar 95 persen konsumennya memanfaatkan fasilitas KPR Bersubsidi (Fasilitas Pembiayaan Likuiditas Perumahan/FLPP). "Hanya lima persen yang membayar secara tunai," tukasnya.

Gemilang Property Group dikenal sebagai pengembang perumahan bersubsidi. Proyeknya tersebar di beberapa lokasi, seperti Gemilang Property Citayam, Gemilang Property Salak Endah, Gemilang Properti Giya PGRI Ciampea Indah, Gemilang Property Jaya Bakti Permai dan Gemilang Property Lido. Harga jual serentang Rp 80 juta hingga Rp 200 juta per unit.

Sementara Relife Property Group mencatat penjualan 10 persen dari pembelian secara tunai, 5 persen tunai bertahap dan sebagian besar lagi, sekitar 85 persen dengan KPR non subsidi.

Pemanfaatan KPR oleh konsumen dari pengembang-pengembang tersebut membuat penyaluran KPR selama triwulan II 2013 mencapai Rp 259,01 triliun atau tumbuh sebesar 12,33 persen lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan total kredit perbankan sebesar 7,10 persen.

Dari total KPR yang dikucurkan oleh bank sejak Januari hingga Juni 2013, sebanyak 4,13 persen memanfaatkan FLPP dari pemerintah dan selebihnya (95,87 persen) melalui KPR biasa non FLPP.

Namun demikian, jika dibandingkan dengan target pencairan, KPR bersubsidi FLPP untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mengalami percepatan pemanfaatan selama kuartal II 2013. Ada pun pencairan FLPP sampai dengan kuartal II 2013 sebesar 67,33 persen dari Rp 2,7 triliun total dana yang ditargetkan selama tahun ini. Dengan demikian, terdapat 32,67 persen dana yang belum dimanfaatkan MBR.

Sementara total rumah yang telah didanai FLPP sebanyak 128 ribu unit. Dana FLPP yang disiapkan pemerintah sebesar Rp 2,7 triliun. Dana tersebut dinilai cukup untuk membiayai 350 ribu unit rumah. Keuntungan menggunakan FLPP adalah MBR dapat memperoleh cicilan rumah dengan bunga tetap sebesar 7,25 persen dalam tenor maksimal 20 tahun.


http://properti.kompas.com/read/xml/2013/08/27/1820478/Turun.Pembelian.Properti.Melalui.KPR.Selama.Kuartal.II.

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Newer Post Older Post ►
 

© Forum Indah Web Id Powered by Blogger