Minggu, 22 September 2013

Cinere, Potensi Masa Depan Depok yang Diabaikan....

DEPOK, KOMPAS.com - Potensi Cinere itu dimungkinkan bila pembangunan seluruh ruas jalan bebas hambatan, terealisasi. Seperti diketahui, Cinere merupakan pertemuan dari segmen Jalan Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) sepanjang 14,6 kilometer, Depok-Antasari (22,8 kilometer), dan Serpong-Cinere (10,1 kilometer). Saat ini, yang baru terealisasi adalah ruas Cijago. Itu pun baru segmen Depok-Jagorawi via Cimanggis.

Pengamat Lingkungan yang juga Staf Pengajar Tata Ruang, Departemen Geografi F-MIPA, Universitas Indonesia, Tarsoen Waryono, mengatakan, Cinere merupakan salah satu ujung Jakarta. Perkembangan kawasan ini jauh lebih pesat ketimbang Depok. Namun, setelah kawasan ini masuk dalam wilayah administrasi Depok, pertumbuhannya tersendat.

"Cinere merupakan wilayah yang di-setting sebagai area permukiman elit untuk para pejabat dan pengusaha di Jakarta. Sayang, dalam perkembangannya kemudian, Cinere terkesan diabaikan. Pembangunan infrastruktur hanya sebatas pelebaran jalan. Jelas, ini tidak menyelesaikan masalah. Harusnya, Depok merancang Sawangan dan Cinere sebagai kawasan terbuka dengan membangun akses baru," papar Tarsoen kepada Kompas.com, Jumat (20/9/2013).

Tarsoen menjelaskan, membangun Sawangan dan Cinere dalam perspektif pertumbuhan infrastruktur (jalan, pengairan, listrik dan lain-lain) relatif lebih terjangkau. Ketimbang hanya melakukan pelebaran jalan. Karena, harga lahan masih lebih murah dan masih banyak area terbuka yang dibiarkan begitu saja tanpa dimanfaatkan.

Dengan biaya relatif lebih murah dibanding mengembangkan Jl Margonda Raya, dua kawasan ini lebih menjanjikan karena akan menjadi solusi bagi beban masalah yang sudah tidak dapat lagi diakomodasi pusat kota. Lebih lagi, di kedua kawasan ini terdapat spot-spot wisata yang potensial.

"Seperti Masjid Kubah Emas. Ini merupakan spot wisata religi swadaya, Pemerintah Depok harusnya membantu mengembangkannya lebih maksimal dengan menyediakan sarana parkir, akses jalan lebih luas dan juga insentif buat pengelolanya. Jika ini dilakukan, PAD Depok akan bertambah banyak dari hanya Rp 379,7 miliar," imbuh Tarsoen.

Pengembangan Masa Depan

Sawangan dan Cinere, merupakan wilayah yang banyak diincar pengembang. Tercatat nama-nama seperti Sinarmas Land, Megapolitan Development, Adhi Persada Realty, Relife Property, dan Gapura Prima Group. Mereka mengembangkan perumahan dengan varian beragam dan konsep berbeda.

Namun, yang pasti, konsep pengembangan mereka adalah "perumahan bertumbuh" dengan tahapan-tahapan pembangunan. Mempertimbangkan kebutuhan hunian yang terus meningkat dari tahun ke tahun, mereka juga memiliki rencana untuk terus melakukan ekspansi dengan memperluas wilayah garapan.

Direktur Pengembangan dan Pemasaran Adhi Persada Properti, M Aprindy, mengatakan, pihaknya sudah mengantongi area-area yang akan mereka kembangkan 2014 mendatang. "Kami akan membangun hunian vertikal lengkap dengan ruang usaha atau ritel dan fasilitas penunjang," imbuhnya.

Namun, kembali menurut Tarsoen, jika kehadiran hunian-hunian vertikal itu tidak "dikelola" secara maksimal, Depok akan mengalami tambahan masalah, yakni tumbuhnya sumber kemacetan baru. Oleh karena itu, Depok harus segera berbenah dan melakukan komunikasi intensif dengan para pengembang tersebut bagaimana sebaiknya membangun dengan orientasi pada pengembangan perkotaan.

"Bukan berorientasi pada keuntungan semata, sementara kualitas lingkungan perkotaan dibiarkan memburuk," tandas Tarsoen.


http://properti.kompas.com/read/xml/2013/09/23/1159315/Cinere.Potensi.Masa.Depan.Depok.yang.Diabaikan.

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Newer Post Older Post ►
 

© Forum Indah Web Id Powered by Blogger