Senin, 02 September 2013

Sebelum Wafat, David Frost Menjual Rumahnya Seharga Rp 57,4 Miliar

LONDON, KOMPAS.com - Manusia wafat meninggalkan nama baik. Ketika David Frost (74), meninggal di atas kapal pesiar Queen Elizabeth, Minggu (1/9/2013), ia dikenang sebagai pewawancara Presiden Amerika Serikat Richard Nixon pada 1977, yang berhasil membujuk permintaan maaf dari Presiden tersebut untuk skandal Watergate.Namun, bagaimana kehidupan pribadinya, seperti apa kediamannya, tak banyak orang yang mengetahuinya. Sebelum tutup usia, David Frost tercatat menjual rumahnya di Queen Anne, Hampshire, seharga 5,25 juta poundtserling (Rp 57,4 miliar).

Jon Stock, jurnalis The Telegraph, mengisahkan pertemuannya dengan mendiang secara personal dalam tur misteri rumah para selebriti. Alih-alih menjelaskan tentang huniannya, David justru mengambil alih tugas dan mewawancarai Jon. Ia bertanya tentang usia anak-anak Jon dan olahraga yang kerap mereka mainkan.


Jon baru menyadari, bahwa ternyata, ia yang justru diwawancara. Sungguh sebuah teknik wawancara yang jarang dimiliki oleh para jurnalis. Hingga kemudian Jon mengalihkan pembicaraan ke tema tentang desain rumah David.

Kediaman David ini mengadopsi langgam klasik, berat dan megah. Di dalamnya terdapat meja dan kursi kayu yang memenuhi ruang tamu. Beranjak ke dalam, ke ruang informal, didominasi meja pingpong.

David sangat menyukai olahraga. Termasuk ping pong dan renang. Karena itu, rumahnya dilengkapi kolam renang luar ruang dan lapangan tenis. Tiada hari tanpa olahraga, dan tiada makan siang tanpa pertandingan sepakbola yang diadakan di halaman rumah.

Menurut David, sepakbola adalah gairah kolektif. Dan ia pernah menontonnya bersama pengunjung rumah paling beken seantero dunia, yakni George Bush senior. Mantan presiden Amerika Serikat itu bermalam di rumahnya pada 1993.Selain fasilitas yang mendukung hobinya berolahraga, terdapat ruang duduk atau lebih dikenal sebagai ruang minum teh. Ada satu hal yang mencolok di dalam ruang ini yakni sebuah bantal yang bertuliskan sulaman "Jika saya tidak bisa merokok cerutu di surga, maka saya tidak akan pergi". Ini merupakan bentuk rasa humor David.

Jon juga menceritakan bahwa selama wawancara berlangsung, canda tawa lebih mendominasi ketimbang pertanyaan-pertanyaan serius. Sebelum ia berpamitan, Jon sempat mengunjungi toilet di lantai bawah. Dindingnya dihias dengan foto-foto David yang tengah mewawancarai tokoh-tokoh dunia seperti Tony Blair dan Bill Clinton di Camp David, Vladimir Putin, Nelson Mandela dan John Major. Sebelum wafat, ia mengutarakan niatnya untuk mewawancarai David Cameron.


Juli lalu, Jon mendapat telpon tak terduga dari David. Seperti biasa, ia selalu bertanya tentang keadaan keluarganya sebelum memulai percakapan utama. Ia ingin menjual rumah klasik dengan halaman luasnya itu.

Dia ingin memulai kehidupan baru di rumah pertaniannya di Hambleden, Chilterns dengan istri yang menemaninya selama 30 tahun, Lady Carina. Di rumah pertanian ini terdapat gudang untuk makan siang di akhir pekan dan menghisap cerutu

serta sebuah pondok di mana tiga putra mereka bisa datang dan tinggal bersama teman-teman mereka. Jon hanya berharap dia punya waktu untuk menikmati semuanya.
http://properti.kompas.com/read/xml/2013/09/03/1100425/Sebelum.Wafat.David.Frost.Menjual.Rumahnya.Seharga.Rp.57.4.Miliar

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Newer Post Older Post ►
 

© Forum Indah Web Id Powered by Blogger