Senin, 02 September 2013

Tetap Ceria dengan Rumah Berbalut Hitam

KOMPAS.com - Hadirnya rumah-rumah peristirahatan memang sengaja dibangun untuk memberikan sarana bagi pemiliknya, terutama jika suatu saat sang pemilik membutuhkan "pelarian" dari kesibukannya sehari-hari. Untuk itu, rumah-rumah peristirahatan tentu dibangun dengan tujuan memberikan kenyamanan, relaksasi, dan rasa aman bagi sang pemilik dan penghuninya.

Ini seperti yang berlaku di rumah yang ada di Pulau Waiheke, Auckland, Selandia Baru, berikut ini. Rumah ini merupakan karya firma arsitektur Glamuzina Paterson Architects. Firma tersebut memberikan deskripsi dan tanggapan seputar karyanya dalam Archdaily.com.

Rumah yang ada di Blackpool, Waiheke, berdiri sebagai bangunan monolitik hitam di lingkungan padat penduduk namun berlanskap alami. Arahannya adalah mendesain hunian yang berada di "rumah", di antara kanopi pohon.

"Solusi arsitekturalnya adalah dengan menciptakan menara yang secara vertikal merespon topografi dan mengarahkan hubungan pada lanskap," ujar firma tersebut.

Agar sampai ke rumah peristirahatan ini, pemiliknya harus turun ke lokasi melewati pepohonan rimbun. Tidak hanya itu saja, pengunjung tempat ini juga harus menyusuri jalan berliku hingga akhirnya sampai pada teras rumah yang terbuat dari kayu. Pengunjung akan disambut dengan hunian yang terasa lapang dengan plafon berketinggian ganda.

Tempat peristirahatan ini memiliki satu kamar tidur yang cocok bagi pasangan. Kamar tersebut berada di lantai kedua. Di lantai tersebut juga terdapat kamar mandi dan perpustakaan pada mezanin di tangganya.

Selain itu, rumah ini juga memiliki empat split level dan dua dek yang memberikan koneksi antara hunian ini dengan lingkungan sekitar. Pasangan yang menginap di tempat peristirahatan ini pun bisa memasak dan menyantap makanan pada satu level khusus di dalam hunian ini.

Rumah yang berada di atas lahan seluas 81m2 ini hanya menutupi 47m2 area lahan. Pada level selanjutnya, yaitu lantai dua dan mezanin terdapat area seluas 34m2.

Rumah dengan ukuran yang tidak terlalu besar ini diselimuti oleh baja berwarna hitam sebagai kulit eksteriornya. Di dalam, lantai rumah ini ditutup dengan menggunakan lantai torata daur ulang. Sementara itu, plafon yang ada di ruang makan menggunakan kayu pinus dengan lapisan mengkilap.


http://properti.kompas.com/read/xml/2013/09/03/0426159/Tetap.Ceria.dengan.Rumah.Berbalut.Hitam

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Newer Post Older Post ►
 

© Forum Indah Web Id Powered by Blogger