Senin, 30 September 2013

Wina, Kota yang Ramah untuk Perempuan!

KOMPAS.com - Sebetulnya, pemerintah di Wina, Austria, tidak hanya memperbaiki fasilitas untuk perempuan. Kaum laki-laki pun bisa memafaatkan fasilitas yang diberikan oleh pemerintah kota itu.

Tentunya, berbagai kota di Indonesia masih bermimpi memiliki jalan raya yang ramah pada pejalan kaki. Bisa dikatakan, "mimpi" tersebut terlambat belasan tahun dari Austria yang telah sejak dulu menambahkan lampu penerang jalan, memperlebar trotoar, dan membuat tangga berukuran besar dengan jalur khusus untuk pengguna kursi roda.

Langkah pemerintah Wina tersebut hanya sebagian dari kebijakan yang bertujuan untuk mempertimbangkan kebutuhan kaum laki-laki dan perempuan dalam porsi seimbang. Kebijakan ini sudah diinisiasi sejak awal 1990-an.

Di Wina, kebijakan semacam ini disebut gender mainstreaming. Pembuatan fasilitas umum di jalan raya tersebut bermula pada survei oleh pemerintah setempat. Isi survei itu sederhana, yaitu seberapa sering dan apa alasan penduduk menggunakan transportasi publik.

"Kebanyakan laki-laki mengisi kuisioner dalam waktu kurang dari lima menit. Namun, perempuan tidak bisa berhenti menulis," ujar Ursula Bauer, salah satu petugas administrator Wina.

Bauer menceritakan bahwa pada umumnya kaum laki-laki menggunakan mobil atau kendaraan umum dua kali sehari untuk pergi bekerja dan pulang di malam hari. Sementara itu, kaum perempuan memiliki mobilitas jauh lebih tinggi dengan menggunakan jaringan trotoar kota, rute bus, kereta bawah tanah, dan angkutan umum lebih sering dengan alasan yang jauh lebih banyak.

"Kaum perempuan memiliki lebih banyak pola pergerakan yang lebih bervariasi," ujar Bauer pada The Atlantic Cities.

"Mereka menulis hal-hal seperti. Saya mengantar anak ke dokter suatu pagi, kemudian mengantar mereka ke sekolah sebelum berangkat ke kantor. Kemudian, saya membantu ibu saya membeli belanjaan dan menjemput anak saya dengan menggunakan kereta (metro)," tuturnya.

Kesimpulannya, perempuan menggunakan fasilitas publik, termasuk kendaraan umum dan trotoar jauh lebih sering dari kaum laki-laki. Mereka lebih sering membagi waktu antara kerja dan komitmen keluarga.

Berbekal alasan itulah, petugas tata kota membuatkan rencana untuk meningkatkan mobilitas pejalan kaki dan fasilitas transit publik. Mereka merancang penambahan lampu jalan agar lebih aman bagi perempuan di malam hari, melebarkan trotoar, membuat jembatan-jembatan penyeberangan dengan jalur khusus pengguna kursi roda.

Hal ini sebelumnya juga sudah didengungkan oleh Eva Kail. Kail kini bekerja sebagai ahli gender pada Urban Planning Group Kota Wina.

Mudah bagi perempuan

Sebelumnya, tepatnya pada 1991, Kail dan kelompoknya sempat menunjukkan pada pemerintah lewat karya fotografi bahwa perempuanlah pengguna terbanyak jalan-jalan umum di Wina. Mereka butuh jaminan keamanan berlalu-lalang di jalanan Wina. Hal ini didukung oleh ekspos besar-besaran yang dilakukan oleh pers, hingga akhirnya pemerintah Wina bergerak.

Pada 1993, Pemerintah Kota Wina membuat kompetisi desain Frauen-Werk-Stadt atau Kota-Pekerja-Perempuan berupa kompleks apartemen didesain khusus untuk perempuan. Idenya pada waktu itu adalah membuat hunian yang lebih mudah bagi perempuan.

Berdasarkan data kantor pusat statistik nasional Austria, terungkap bahwa perempuan membutuhkan bangunan apartemen yang dikelilingi halaman. Halaman tersebut membuat orangtua dan anak-anak dapat menghabiskan waktu bersama tanpa harus pergi jauh dari rumah. Di kompleks apartemen tersebut pun ada taman kanak-kanak, apotek, dan dokter. Hunian tersebut juga tidak jauh dari akses kendaraan umum.

Inilah bentuk gender mainstreaming. Gender mainstreaming telah diterapkan di Ibukota Austria sejak awal 1990.

Dalam praktiknya, administrator kota akan membuat hukum, aturan, dan regulasi yang menguntungkan kaum laki-laki dan perempuan secara seimbang. Tujuannya untuk menyediakan akses yang sama bagi kedua jenis kelamin tersebut untuk menggunakan fasilitas dari pemerintah.

Seperti dikutip dalam The Atlantic Cities, Pemerintah Wina menghklaim hal tersebut sejauh ini berjalan dengan baik. Tidak hanya untuk tata kota, gender mainstreaming juga dirancang oleh Pemerintah Austria untuk sistem pendidikan dan kesehatan.

Sumber:www.theatlanticcities.com 


http://properti.kompas.com/read/xml/2013/09/30/1619232/Wina.Kota.yang.Ramah.untuk.Perempuan.

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Newer Post Older Post ►
 

© Forum Indah Web Id Powered by Blogger