Sabtu, 05 Oktober 2013

Tangerang, Masih Mengejar Ketinggalan....

TANGERANG, KOMPAS.com - Serupa dengan kota-kota penyangga Jakarta lainnya, seperti Depok, dan Bogor, Tangerang juga terkena dampak migrasi urban. Aktivitas ini menyebabkan ledakan populasi hingga mencapai 1,79 juta orang. 

Dengan penduduk sebanyak ini untuk wilayah seluas 164,54 kilometer persegi, Kota Tangerang terbilang sesak. Ini artinya, setiap kilometer persegi dipadati oleh tak kurang 11.000 orang. Mudah ditebak jika masalah perkotaan terutama kemacetan, infrastruktur, permukiman, tenaga kerja, polusi, dan lain-lain terjadi juga di kota ini.

Mestinya, dengan APBD Rp 2,9 triliun, jauh lebih besar dari Bogor dan Depok, Tangerang bisa lebih tertata apik. Tata ruang taat dijalankan, dan pembangunan maju pesat. Meski kota ini dilintasi oleh jalur bebas hambatan dan akses pendukung lainnya sebagai syarat terbukanya sebuah kota, namun Tangerang masih ketinggalan.

Saat ini, kemajuan hanya terkonsentrasi di beberapa wilayah kecamatan. Padahal, kota ini memiliki 13 wilayah kecamatan. Kecamatan Tangerang, Cipondoh, Benda, dan Karawaci, sarat dengan pembangunan permukiman dan properti komersial. Namun, di wilayah kecamatan lainnya, hal serupa tidak terlihat. 

Tangerang juga merupakan pusat manufaktur dan industri terbesar di Pulau Jawa dengan lebih dari 1.000 perusahaan beroperasi di sini. Jangan lupa, kota ini juga sering digadang-gadang sebagai gerbang Indonesia, karena terdapat Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.

Jadi, potensi apalagi yang tidak dimiliki kota ini, yang seharusnya bisa menjadikannya lebih beradab, rapi, bersih, tertata dan layak huni?

Terpilihnya pemimpin baru, Arif R Wismansyah-Scahrudin, diharapkan membawa nuansa baru bagi Kota Tangerang. Program kerja yang menitikberatkan pada perbaikan tata ruang kota juga dinilai sebagai solusi akar permasalahan yang saat ini dihadapi.

Akselerasi pembangunan jalan tol juga sangat penting. Mereka akan mendukung upaya Badan Pembangunan Jalan tol (BPJT) terutama Tol Kunciran-Cengkareng sepanjang 14,2 kilometer. Sebab, jalan tol ini melintasi lima kecamatan berbeda, yakni Benda, Batuceper, Tangerang, Cipondoh dan Pinang.

Jika akses tol ini terealisasi, maka kelima kecamatan tersebut berpotensi mengalami pertumbuhan signifikan, lebih dari yang bisa dicapai saat ini.


http://properti.kompas.com/read/xml/2013/10/05/1917483/Tangerang.Masih.Mengejar.Ketinggalan.

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Newer Post Older Post ►
 

© Forum Indah Web Id Powered by Blogger